Kemasan merupakan desain kreatif
yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan
elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.
Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan,
mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec,
2006:33).
Gambar kemasan produk
Kemasan yang
dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong
penjualan. Kemasan sebagai
bagian pertama
produk yang dihadapi pembeli dan
mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk
biasanya dilakukan oleh
produsen untuk dapat
merebut minat konsumen terhadap
pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan
produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain
yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.
FUNGSI KEMASAN PRODUK
Perusahaan sangat memperhatikan
pembungkus suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak
hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Simamora (2007)
mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu:
a. Fungsi Protektif
Berkenaan dengan proteksi produk,
perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua
berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak
perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.
b. Fungsi
Promosional
Peran kemasan pada umumnya
dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana
promosional. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi
konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.
Selain berfungsi sebagai media
pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut :
1) Pelindung produk.
Salah satu
fungsi dasar kemasan
adalah untuk mengurangi terjadinya kehancuran, busuk,
atau kehilangan melalui pencurian atau kesalahan penempatan.
2) Memperkuat citra
produk.
Kemasan memberikan cara yang menarik untuk menarik perhatian
kepada sebuah produk.
3) Kombinasi dari
keduanya, marketing dan Logistik dimana kemasan menjual produk dengan menarik
perhatian dan mengkomunikasikannya.
TUJUAN KEMASAN PRODUK
Menurut Louw dan Kimber (2007),
tujuan dari kemasan dan pelabelan kemasan antara lain:
1) Physical
Production. Melindungi objek
dari suhu, getaran,
guncangan,tekanan dan sebagainya.
2) Barrier Protection. Melindungi
dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya.
3) Containment or Agglomeration. Benda-benda
kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi
transportasi dan penanganan.
4) Information Transmission. Informasi
tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau
membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
5) Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat
ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda
pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk
memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian.
6) Convenience. Fitur
yang menambah kenyamanan dalam
distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup,
penggunaan dan digunakan kembali.
7) Marketing.
Kemasan dan label
dapat digunakan oleh
pemasar untuk mendorong calon
pembeli untuk membeli produk.
KLASIFIKASI KEMASAN
Kemasan dapat digolongkan atas beberapa hal antara lain :
1. Berdasarkan frekuensi dari pemakaian
a. Kemasan sekali
pakai (disposable)
Kemasan sekali pakai (disposable)
yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah dipakai. Contoh bungkus plastik
untuk es, bungkus dari daun-daunan, kotak karton lipat minuman sari buah.
b. Kemasan yang
dapat dipakai berulangkali (multitrip)
Kemasan yang dapat
dipakai berulangkali (multitrip) seperti: botol minuman, botol kecap,
botol sirup.
c. Kemasan atau
wadah yang tidak
dibuang atau dikembalikan
oleh konsumen (semi disposable)
Wadah-wadah tersebut biasanya
digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen, misalnya botol air mineral
yaitu untuk tempat air minum di rumah, kaleng susu untuk tempat gula, dan
lain-lain. Penggunaan kemasan untuk kepentingan ini berhubungan dengan tingkat
toksikasi.
2. Berdasarkan
struktur sistem kemas
Klasifikasi kemasan berdasarkan
kontak produk dengan kemasan atau berdasarkan letak suatu bahan kemas di dalam
sistem kemasan secara keseluruhan, dapat dibedakan atas :
a. Kemasan primer
Kemasan primer yaitu kemasan yang
langsung mewadahi atau membungkus bahan pangan. Misalnya kaleng susu, botol
minuman, bungkus tempe.
b. Kemasan sekunder
Kemasan sekunder fungsi utamanya
melindungi kelompok-kelompok kemasan lain. Misalnya kotak karton untuk wadah
susu dalam kaleng, kotak kayu untuk buah yang dibungkus, dan sebagainya.
c. Kemasan tersier
Kemasan tersier yaitu kemasan
untuk mengemas setelah kemasan primer dan sekunder. Kemasan ini digunakan untuk
pelindung selama pengangkutan. Misalnya jeruk yang sudah dibungkus, dimasukkan
ke dalam kardus kemudian dimasukkan ke dalam kotak dan setelah itu ke dalam
peti kemas.
3. Sifat Kekakuan Bahan Kemasan
a. Kemasan fleksibel
Kemasan fleksibel
yaitu bahan kemasan
yang mudah dilenturkan tanpa adanya
retak atau patah,
dan relatif tipis.
Misalnya plastik, kertas dan
foil.
b. Kemasan kaku
Kemasan kaku
yaitu bahan kemas yang
bersifat keras, tidak tahan lenturan, patah bila dibengkokkan, relatif
lebih tebal dari kemasan fleksibel. Misalnya kayu, gelas dan logam.
c. Kemasan semi kaku atau semi fleksibel
Kemasan semi kaku atau semi
fleksibel yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel
dan kemasan kaku. Misalnya botol plastik dan wadah bahan yang berbentuk pasta.
4. Berdasarkan sifat perlindungan
terhadap lingkungan
a. Kemasan hermetis (tahan uap dan gas)
Kemasan hermetis yaitu kemasan
yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, udara atau uap air sehingga
kemasan ini tidak dapat dimasuki oleh bakteri, ragi dan debu. Wadah-wadah yang
biasanya digunakan untuk pengemasan
secara hermetis adalah
kaleng dan botol gelas.
b. Kemasan tahan cahaya
Kemasan tahan cahaya yaitu wadah
yang tidak bersifat transparan. Misalnya kemasan logam, kertas dan foil.
Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang
tinggi, serta makanan hasil fermentasi.
c. Kemasan tahan suhu tinggi
Kemasan tahan suhu tinggi yaitu
kemasan untuk bahan yang memerlukan
proses pemanasan, pasteurisasi
dan sterilisasi. Umumnya terbuat
dari logam dan gelas.
5. Berdasarkan tingkat kesiapan
pakai (Perakitan)
a. Wadah siap pakai
Wadah siap pakai yaitu bahan
kemasan yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar
dari pabrik. Contoh : botol, wadah kaleng dan sebagainya.
b. Wadah siap
dirakit atau wadah lipatan
Wadah siap rakit yaitu kemasan
yang masih memerlukan tahap perakitan
sebelum diisi. Misalnya
kaleng dalam bentuk
lembaran (flat) dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas,
foil atau plastik.
JENIS-JENIS KEMASAN PRODUK
Jenis-jenis kemasan yang tersedia saat ini adalah:
1) Kemasan Kertas
2) Kemasan Gelas
3) Kemasan Logam
(Kaleng)
4) Kemasan Plastik
5) Komposit
(Kertas/Plastik)
6) Edible Packaging
(kemasan yang bersifat ramah lingkungan karena dapat dimakan)
7)
Biodegradabale Packaging (kemasan
yang mampu didaur
ulang secara alami oleh mikroba
dalam tanah).
SYARAT KEMASAN PRODUK
Dalam memilih
bentuk dan bahan
kemasan yang akan
digunakan, maka diperlukan
beberapa pertimbangan agar dapat berfungsi dengan baik. Pertimbangan tersebut
antara lain :
1) Tidak
beracun
2) Bahan
kemasan tidak menggangu kesehatan manusia baik secara langsung maupun tidak
langsung, seperti kandungan Pb (timbal) yang bersifat racun bagi manusia.
3) Harus cocok dengan bahan yang dikemas
4) Kemasan yang dipilih harus cocok dengan
produk yang dikemas, jika salah memilih bahan kemasan maka akan merugikan.
5) Sanitasi dan syarat-syarat kesehatan
terjamin
6) Di samping bahan kemasan tidak beracun dan
produk yang dikemas tidak menunjukkan kerusakan karena adanya mikroba, bahan
kemasan juga tidak boleh digunakan bila dianggap tidak dapat menjamin sanitasi
atau syarat- syarat kesehatan.
7) Dapat mencegah
pemalsuan
8) Kemasan juga berfungsi sebagai pengaman
dengan cara membuat kemasan yang khusus sehingga sulit untuk dipalsukan dan
bila terjadi pemalsuan akan mudah dikenali.
9) Kemudahan membuka dan menutup
10) Pada
umumnya konsumen akan
memilih produk dengan
kemasan yang mudah dibuka dan
ditutup.
11) Kemudahan dan keamanan dalam mengeluarkan
isi produk
12) Kemudahan dan keamanan dalam mengeluarkan isi
perlu dipertimbangkan, sehingga isi kemasan dapat diambil dengan mudah dan
aman.
13) Kemudahan pembuangan kemasan bekas
14) Pada
umumya kemasan bekas adalah sampah dan merupakan suatu masalah yang memerlukan
biaya yang cukup besar untuk penanganannya,
15) Ukuran,
bentuk dan berat
16) Ukuran kemasan berhubungan
sangat erat dengan penanganan selanjutnya, baik dalam penyimpanan,
transportasi, maupun sebagai alat untuk menarik perhatian konsumen.
17) Penampilan dan pencetakan
18) Kemasan harus memiliki penampilan yang
menarik, baik dari segi bahan,
19) Estetika maupun dekorasi. Hal ini
terkait selera masyarakat.
20) Syarat khusus
21) Selain syarat-syarat yang
telah disampaikan di atas, masih ada syarat-syarat khusus yang perlu
diperhatikan. Misalnya iklim daerah pemasaran yaitu tropis atau subtropis,
kelembabannya, dan lain sebagainya.