Jumat, 13 Agustus 2021

INDIKATOR KEBERHASILAN TAHAPAN PRODUKSI MASSAL

 

Indikator  keberhasilan produksi masal merupakan  bagian  kegiatan  meanajemen  produksi  yang  bertujuan  untuk menciptakan kegunaan bentuk (form utility), baik dalam perusahaan manufaktur atupun jasa sebagai fungsi produksi.

1.   Keberhasilan Manajemen Produksi, meliputi:

a.   Produktifitas

Dalam arti luas produktivitas merupakan hubungan antara keluaran (output) dengan masukan (input) yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut.

Produktivitas adalah rasio dari beberapa output dengan beberapa input dan dapat dituliskan dalam rumus sebagai berikut :


Bedasarkan rumus di atas terlihat jelas bahwa produktivitas bukanlah merupakan ukuran dari produksi atau output yang dihasilkan, melainkan ukuran tentang tingkat penggunaaan sumber-sumber untuk mencapai hasil yang diharapkan. Hasil tersebut berkaitan dengan efektifitas untuk mencapai suatu misi atau prestasi. Adapun sumber-sumber yang digunakan berhubungan dengan efisiensi dalam memperoleh hasil dan menggunakan sumber yang minimal. Dengan demikian, dalam produktivitas terdapat hubungan antara efisiensi dan efektivitas.

Produktivitas mengambarjkan hubungan antara keluaran dan alat   atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan keluaran tersebut. Keluaran atau hasil produksi tersebut diperoleh dari suatu kegiatan, bentuk keluaran tersebut dapat berupa produk nyata atu produk jasa. Untuk menghasilkan keluaran diperlukan masukan atau sumber-sumber utama, seperti tenaga kerja, modal bahan baku, dan energi.

Produktivitas juga diartikan sebagai tingkat efisiensi dalam memproduksi barang-barang atau jasa-jasa, produktivitas mengutamakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang-barang. Dengan kata lain, produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai (input) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Produktivitas juga mengacu pada peningkatan proses produksi. Peningkatan proses prosuksi berarti perbandingan yang membaik dari jumlah sumber daya yang digunakan (input) dengan jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi (output)    

b.   Kapasitas

Kapasitas produksi dapat diartikan sebagai jumlah maksimum output yang dapat diproduksi atau dihasilkan dalan satuan waktu tertentu. Kapasitas prosuksi berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menentukan jumlah produk yang dapat dihasilkan. Apabila kapasitas prosuksi tinggi, maka biaya tetap yang dikeluarjan juga besar, apabila pemanfaatannya sedikit, maka biaya produksi akan mahal, sehingga kapasitas produksi harus dilakukan perencanaan dan penelitian terlebih dahulu.

Kapasitas produksi tersebut ditentukan berdasarkan kapasitas sumber daya yang dimiliki seperti kapasitas mesin, kapasitas tenaga kerja, kapasitas bahan baku dan kapasitas modal. Selain itu kapasitas produksi juga berkaitan erat dengan jadwal produksi yang tertuang dalam jadwal produksi induk (master production schedule), karena jadwal produksi induk mencarminkan apa dan berapa yang harusdiproduksi dalam jangka waktu tertentu.

c.   Kecepatan Pengiriman

Pengukuran keberhasilan manajemen produksi juga bisa dilihat dari kelancaran pengiriman produk. Kecepaatan pengiriman produk, yaitu kelancaran pengiriman produk-produk hasil kegiatan produksi kepada lini pemasaran yang dilanjutkan ke semua retailer/agen/distributor produk. Semakin cepat arus pengiriman barang dari lini produksi ke lini pemasaran, maka menunjukkan semakin baik jalannya kegiatan produksi.

Kelancaran alur pengiriman ini erat kaitannya dengan pemasukan dan keuntungan bagi perusahaan. Besarnya keuntungan perusahaan akan berpengaruh pula pada kegiatan produksi.

d.   Kualitas Produk

Indikator keberhasilan produksi massal yang paling utama, yaitu kualitas produk yang dihasilkan sebagai output produksi. Seringkali produk yang dihasilkan oleh kegiatan produksi pada waktu tertentu tidak sesuai apa yang diharapkan. Kualitas produk hasil kegiatan produksi dapat dijaga agar selalu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen melalui sebuah prosedur operasi standar yang dikenal dengan satuan operasional prosedur (SOP). Terkait dengan kualitas produk ini, kegiatan produksi dapat dikatakan berhasil bila mampu menghasilkan produk (outpout) sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan.

e.   Kecepatan Proses

Kecepatan proses produksi merupakan salah satu indikator dari keberhasilan produksi massal. Kegiatan produksi massal menekankan pada kecepatan pekerjaan dalam menghasilkan produk dengan tujuan mengurangi biaya produksi, sehingga produk yang dihasilkan dapat memiliki harga murah.

f.    Fleksibilitas

Indikator lainnya dari keberhasilan produksi massal, yaitu adanya feksibilitas. Artinya perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk memprodksi bermacam-macam produk tanpa perlu adanya penambahan pada peralatan-peralatan maupun pada sumber daya lainnya. Hal ini menyebabkan dapat diproduksinya berbagai macam jenis produk dengan biaya dan waktu yang memadai

2.   Ukuran Kinerja Sistem Produksi, meliputi:

        Bertitik tolak pada tanggung jawab manajemen produksi, maka ukuran kinerja suatu sistem operasi atau produksi dapat diukur dari hal-hal sebagai berikut :

a.   Ongkos produksi

Ongkos produksi meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk/jasa hingga ke tangan konsumen. Dengan ongkos produksi yang murah diharapkan produk/jasa dapat dipasarkan dengan harga yang dapat dijangkau konsumen

Untuk mengukur kinerja sistem produksi diambil ukuran waktu operasi tertentu, yang biasanya dilakukan dalam waktu satu tahun. Bila dikaitan dengan tujuan suatu sistem usaha maka ukuran kinerja sering diukur dengan keuntungan yang dapat dicapai. Namun sebenarnya untuk mengukur seberapa besar kontribusi sistem operasi di dalam pencapaian keuntungan bukanlah hal yang mudah.

b.   Kualitas produk/jasa

Umumnya konsumen memilih produk/jasa dengan kualitas yang baik, tetapi harganya pun terjangkau. Oleh sebab itu baik buruknya suatu sistem produksi juga diukur dari kualitas produk/jasa yang dihasilkan. Ukuran kualits prosuk tentunya disesuaikan dengan selera konsumen bukan ukuran kualitas secara teknologi semata.

c.   Tingkat pelayanan

Untuk menilai pelayanan sistem produksi kepada konsumen baik atau tidak banyak dipengaruhi faktor-faktor kualitatif. Meskipun demikian beberapa ukuran objektif yang seirng digunakan antara lain :

  1.  Ketersediaan produk (aviability)
  2. Kemudahan dalam mendapatkan produk
  3. Kecepatan pelayanan baik, yang berkaitan dengan waktu pengiriman (delivery time) ataupun waktu pemrosesan (processing time)

3.   Ukuran Kinerja Produktivitas Mesin

Kinerja produktivitas mesin umumnya diukur menggunakan tool OEE (Overall Equipment Effectiveness), sistem ini menggunakan 3 indikator yaitu: availabelity, performance dan quality.

OEE adalah ukuran seberapa baik operasi manufaktur digunakan (fasilitas, waktu dan material) dibandingkan dengan potensi penuhnya, selama periode ketika dijadwalkan untuk dijalankan. Ini mengidentifikasi persentase waktu manufaktur yang benar-benar produktif. OEE 100% berarti hanya suku cadang bagus yang diproduksi ( kualitas 100% ), pada kecepatan maksimum ( kinerja 100% ), dan tanpa gangguan ( ketersediaan 100% ).

Tahap pengukuran menggunakan OEE yaitu:

a.   Memulai dari pengukuran manual

Ada beberapa keuntungan yang akan didapat perusahaan apabila pengusaha sudah memahami OEE dengan baik. Keuntungan tersebut berkaitan dengan data yang telah dikumpulkan secara otomatis. Sistem yang bekerja otomatis ini biasanya dapat meningkatkan down time secara signifikan, informasi detail dari aktivitas kerugian, menyediakan metrik, baik untuk saat ini maupun di waktu lampau, dan menyediakan pelaporan yang lebih jauh.

b.   Fokus pada kerugian (losses)

Fokus pada kerugian merupakan kekuatan utama dalam penerapan OEE. Artinya dengan pemahaman dan penerapan OEE pengusaha harus mampu melakukan tindakan pengurangan dari kerugian (availability loss, perfomance loss dan juga quality loss). Untuk itu pengusaha harus mampu mengambil langkah efektif untuk mengurangi kerugian-kerugian ini, sehingga skor OEE secara otomatis akan meningkat

c.   Menetapkan target tambahan

Bagi perusahaan yang baru memulai OEE, perusahaan mungkin bisa mencapai nilai OEE hanya sebesar 60% atau dibawahnya, dan di masa mendatang mungkin saja bisa meraih angka 85%. Namun demikian pendekatan yang efektif dengan menetapkan target mampu mendorong karyawan, dan target tambahan untuk perbaikan. Setiap langkah harus tepat mencapai sasaran dalam waktu tiga samapi empat bulan. Jumlah waktu ini cukup pendek untuk orang-orang yang akan terlihat, tapi cukup lama untuk mencapai perbaikan yang signifikan.

d.   Memantau segala kendala

Perusahaan harus mengidentifikasi adanya kendala. Agar OEE dapat berkerja efektif, maka harus selalu diukur baik pada saat filling, packing, stamping maupun pada saat assembling. Langkah ini merupakan kendala, dan langkah ini menjadi titik penting untuk mengetahui semua kerugian yang ingin dihilangkan, termasuk juga untuk kerugian di internal maupun eksternal.

e.   Hati-hati dalam membuat perbandingan

Banyak perusahaan yang membandingkan nilai OEE antar divisi, area kerja dan juga peralatan yang dipakai. Biasanya inilah yang menjadi sumber masalah. Perbandingan ini akan tepat jika perusahaan membandingkannya dengan peralatan yang sama saat proses produksi berlangsung untuk produk yang sama dan dengan kondisi yang sama.

Rabu, 11 Agustus 2021

ANALISIS PELUANG USAHA

Tidak semua peluang yang ada dihadapan kita secara otomatis bisa dikerjakan. Namun terlebih dahulu harus dilakukan analisis. Analisis peluang usaha adalah suatu analisis untuk mengetahui berbagai kemungkinan dari berbagai macam kesempatan usaha, mana yang bisa dilakukan dan bisa memberikan keuntungan dengan berbagai tingkat resiko yang akan di hadapi.

Analisis peluang usaha dapat diartikan sebagai cara meneliti atau mengidentifikasi sebuah peluang usaha dilihat dari berbagai aspek agar usaha yang dijalankan berhasil sesuai target yang diharapkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah yamg harus dilakukan seorang wirausaha, dalam menganalisis peluang usaha :

  1. Meneliti berapa luas usaha yang akan dilakukannya.
  2. Memilih  bentuk usaha apa yang akan dilakukannya, termasuk menyiapkan surat ijin usaha
  3. Memilih  jenis usaha yang akan dilakukannya
  4. Mencermati berbagai informasi usaha yang diterima
  5. Memiliki peta peluang usaha yang menguntungkan

TUJUAN ANALISIS PELUANG USAHA

Secara umum tujuan   analisis peluang usaha adalah untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak dikerjakan atau tidak. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus cermat, yakin dan berani.

Tujuan analisis peluang usaha :

  1. Untuk menemukan peluang usaha.
  2. Untuk menemukan potensi usaha. 
  3. Untuk mengetahui besarnya potensi usaha yang tersedia.
  4. Untuk mengetahui berapa lama usaha bertahan

Seorang wirausaha harus bisa berfikir bagaimana memanfaatkan peluang usaha di sekitar secara kreatif dan inovatif, dengan cara:

  1. Memanfaatkan barang yang tidak terpakai, misalnya memanfaatkan kain perca, sedotan, stik es krim menjadi produk yang punya nilai jual
  2. Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam, misalnya memanfaatkan akar pohon, tanah liat menjadi kerajinan
  3. Memanfaatkan kejadian atau peristiwa yang ada, misalnya saat musim hujan dengan menjual payung dan jas hutan, musim panas menjual masker muka, jaket dll.
  4. Memanfaatkan segala sesuatu yang bisa memberikan peluang usaha.

PENDEKATAN ANALISIS PELUANG USAHA

Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam menganalisis peluang usaha, yaitu.

A.  ANALISIS SWOT

Merupakan analisis untuk mengetahui faktor internal (Strenght dan Weaknes) dan eksternal (Opportunity dan Threats) perusahaan. SWOT sangat penting untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, peluang dan ancaman, sehingga wirausaha bisa melakukan strategi yang tepat.

Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui:

  1. Strenght yaitu kekuatan atau kelebihan yang dimiliki perusahaan yang dapat digunakan untuk mendukung usaha, contoh: memiliki produk yang berkualitas dan sudah dikenal masyarakat, memiliki tenaga kerja (SDM) yang kompeten dan loyal.
  2. Weakness yaitu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, bila tidak diatasi akan menghambat kinerja usaha, contoh: karyawan yang kurang pengalaman.
  3. Opportunity : Peluang atau kesempatan untuk mengembangkan usaha.
  4. Threat: Ancaman, gangguan, hambatan

Gambar Analisis SWOT dalam ilmu ekonomi

B.  ANALISIS 5 W + 1 H

Analisis ini untuk menjawab pertanyaan

What : produk apa?

Where : dimana lokasi?

When : kapan akan memulai?

Why : Mengapa memilih produk ini?

Who : Siapa orang yang akan terlibat di dalamnya

How : Bagaimana menjalankan usaha ini?

 

C.  STUDY KELAYAKAN USAHA

Studi kelayakan bisnis menurut Husein Umar, 2003, yaitu penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan maksimum dalam waktu yang tidak ditentukan, misalnya rencana peluncuran produk baru.

Menurut Yacob Ibrahim, 2009 yang dimaksud studi kelayakan bisnis adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha/proyek.

Dari  pengertian  diatas,  dapat  disimpulkan  bahwa  studi  kelayakan  bisnis adalah  menganalisis faktor-faktor  bisnis dalam  menentukan rencana bisnis tersebut harus dilaksanakan, tidak dilaksanakan ataupun ditunda, dan untuk menilai kelayaka dalam pengembangan sebuah usaha.

Manfaat studi kelayakan bisnis antara lain digunakan untuk :

  • Merintis usaha baru
  • Mengembangkan usaha yang sudah ada
  • Memilih jenis usaha atau investasi yang paling menguntungkan

Tahapan Studi kelayakan usaha dapat dilakukan dengan cara :

a.   Tahap penemuan ide

Suatu produk yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan

b.   Tahap penelitian usaha

Dimulai dengan mengumpulkan data, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan

c.   Tahap evaluasi

Mengevaluasi usulan proyek yang akan didirikan, mengevaluasi proyek yang sedang dibangun, dan mengevaluasi bisnis yang sudah di operasionalkan secara rutin

d.   Tahap pengurutan usulan yang layak

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis, maka perlu dilakukan  pemilihan  rencana  bisnis  yang  dianggap  paling  penting untuk direalisasikan

e.   Tahap perencanaan pelaksanaan

Setelah  rencana  bisnis  di  pilih  untuk  direalisaskan,  perlu  di  buat rencana kerja pelaksanaan proyek.

f.    Tahap pelaksanaan

Setelah semua persiapan selesei, tahap berikutnya adalah merealisasikan pelaksanaan.

g.   Tujuan studi kelayakan bisnis/usaha:

Untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar pada peluang bisnis yang kurang menguntungkan





Minggu, 08 Agustus 2021

PENALARAN DEDUKTIF, INDUKTIF, DAN ABDUKTIF

Penalaran   adalah suatu   proses   berfikir   yang   menggunakan   argumen-argumen, pertanyaan,  premis  atau aksioma  untuk  menentukan  benar  salahnya  suatu  kesimpulan. Penalaran  dapat  bersifat  logis,  jika  kesimpulan  yang  dihasilkan  oleh  argumen,  pertanyaan, atau  premis  yang  benar.  Begitu  pula  sebaliknya  kesimpulan  yang  dihasilkan  dari  argumen atau premis yang salah akan menghasilkan penalaran yang tidak logis.

Contohnya Andi adalah pemilik kebun sawit di kalimantan. Hanya berdasarkan hal ini, kita  bisa  menarik  beberapa  kesimpulan,  yaitu  Pak  Andi  adalah  orang  kaya,  memilki rumah mewah, memiliki mobil banyak. Kesimpulan yang ditarik bisa bersifat logis, karena penalaran kita mengolah informasi yang diperoleh dan mengkombinasikan dengan pengetahuan awal. Setiap  penalaran  memiliki  struktur  yang  sangat  sederhana,  yaitu  adanya pertanyaan (premis  atau  argumen)  lalu  pertanyaan  itu  diolah  nalar  sebelum  menghasilkan  kesimpulan. Penalaran berangkat dari sesuatu yang sudah ada atau apa yang sudah diketahui dari sana baru ditarik kesimpulan.

Penalaran adalah proses berpikir berdasarkan pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Pengamatan sejenis akan membentuk proposisi – proposisi sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, kemudian disimpulkan sebuah proposisi baru yang tidak diketahui sebelumnya. Proses ini disebut menalar.


Terdapat tiga jenis metode dalam menalar yaitu deduktif, induktif dan abduktif.

1.    DEDUKTIF

Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang bertujuan untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum. Dengan kata lain deduksi merupakan suatu penalaran untuk menyimpulkan hal khusus dari sejumlah proposisi umum.

Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang berbeda bahkan berlawanan dengan penalaran induktif. Deduktif merupakan penalaran atau cara berpikir untuk menyatakan pernyataan yang bersifat khusus dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum. Dijelaskan bahwa untuk menarik kesimpulan secara dedukif diperlukan pola pikir yang disebut syllogisme dan syllygisme ini tersusun dari dua buah pernyataan (premise) dan sebuah kesimpulan (konklusi).

Perhatikan contoh berikut:

1. Semua manusia akan mati (Premise 1), Paidi adalah manusia (Premise 2), Jadi Paidi akan mati (Konklusi)

2. Beras merupakan komoditi bagi orang Indonesia (umum), tetapi ada beberapa wilayah yang penduduknya mengkonsumsi sagu (khusus) seperti maluku dan papua (khusus).

Macam – macam penalaran deduktif, antara lain :

  a.   Silogisme

Silogisme adalah proses membuat kesimpulan secara deduktif. Silogisme tersusun dari dua proposisi (pernyataan) dan konklusi (kesimpulan). Silogisme dirangkai dari tiga buah pendapat yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.

1)   Silogisme Negatif 

    Setiap kalimat yang didalamnya terdapat kata “bukan ataupun tidak” pada premis biasanya disebut dengan Silogisme Negatif dan begitu juga simpulan. Jadi, jika suatu premis pada silogisme bersifat negatif, maka kesimpulannya pun bersifat negatif juga.

Misal :

Premis 1 : Penderita kurang darah tidak boleh makan buah melon

Premis 2 : Budi menderita penyakit kurang darah

Konklusi : Budi tidak boleh makan buah melon

2)     Silogisme Error

Diperlukan kecermatan dalam menarik kesimpulan menggunakan penalaran silogisme. Untuk merumuskan premis, diwajibkan mencermati setiap kalimat yang akan dibuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Perhatikan contoh silogisme error berikut :

Premis 1 : Yanto lulus ujian CPNS

Premis 2 : Yanto rajin menabung dan tidak sombong

Konklusi : Orang yang lulus ujian CPNS karena rajin menabung dan tidak sombong ?

Konklusi diatas adalah salah karena tidak terdapat premis umum (PU)

b.     Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung atau tanpa silogisme premis atau tidak diucapkan karena sudah diketahui.

Misal :

Premis 1 : Penderita kurang darah tidak boleh makan buah melon

Premis 2 : Budi menderita penyakit kurang darah

Konklusi : Budi tidak boleh makan buah melon

Entimen : Budi tidak boleh makan buah melon karena menderita penyakit kurang darah 

2.     INDUKTIF

Induktif atau Logika Induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus – kasus nyata secara individual (khusus) menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Selain itu, Benyamin Molen (2014:14) menyatakan bahwa induksi adalah suatu penalaran yang berasal dari pernyataan – pernyataan yang bersifat khusus atau tunggal, kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum.

Selanjutnya Surojiyo dkk (2008:60) menyatakan bahwa induksi adalah proses peningkatan dari hal – hal yang bersifat individual kepada hal yang bersifat universal. Berdasarkan ketiga definisi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa induktif adalah proses berfikir untuk menyimpulkan suatu kebenaran yang dilakukan berdasarkan pada apa – apa yang bersifat khusus, kemudian ditarik suatu kesimpulan kebenaran yang sifatnya umum/universal.

Adapun contoh bentuk penalaran induktif adalah elang punya mata, kucing punya mata, kerbau punya mata, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap hewan punya mata. Dibutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis dari penalaran induktif yang diangkat. 

3.    ABDUKTIF

Menurut Donny Gahral Adian & Herdito menyatakan bahwa Abduksi adalah metode untuk memilih argumentasi terbaik dari sekian banyak argumentasi yang mungkin. Oleh sebab itu abduksi sering disebut dengan argumentasi menuju penjelasan terbaik.

Ada empat cara mendapatkan argumentasi terbaik, yaitu :

a.      Kesederhanaan

Jelaskan segala hal dengan bahasa yang ringan dan tidak ada bantahan dari pihak lain.

b.      Koherensi

Sebisa mungkin, pilih penjelasan yang sesuai dengan apa yang diyakini para ahli tentang dunia.

c.      Prediktabilitas

Sebisa mungkin, pilih penjelasan yang paling banyak menghasilkan prediksi yang dapat disangkal atau diiyakan.

d.     Komprehensi

Sebisa mungkin pilih penjelasan yang paling lengkap dan meninggalkan sedikit sekali ketidakjelasan 

Adapun contoh dari penalaran abduktif adalah andai kita mengetahui bahwa seseorang yang bernama Bob selalu mengendarai mobilnya dengan sangat cepat jika sedang mabuk, maka pada saat kita melihat Bob mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, maka kita berkesimpulan bahwa Bob sedang mabuk.


LOGIKA INFERENSI

Perhatikan kejadian yang ditulis pada kalimat berikut!

Seorang gadis terjatuh ketika berlarian di tengah lapangan karena tersandung batu. Terlihat muka gadis tersebut memerah dan kepalanya menunduk. Seorang ibu menghampiri dan segera memeluk gadis tersebut sembari mengatakan tidak apa – apa ayo ke tepi lapangan dan beristirahatlah.

Kalimat diatas dapat disimpulkan bahwa “muka memerah dan kepalanya menunduk” memiliki arti “malu”. 

Inferensi adalah tindakan/proses untuk mendapatkan kesimpulan berdasarkan apa yang sudah diketahui/ diasumsikan.
Pengertian inferensi menurut pendapat ahli, yaitu :
  1. Menurut Collins Dictionary, Inferensi adalah kesimpulan yang kita tarik tentang sesuatu dengan menggunakan informasi yang sudah kita miliki tentang itu.
  2. Menurut Literary Terms, Inferensi adalah proses menarik kesimpulan dari bukti pendukung yang ada. Kita dapat membuat kesimpulan ketika membaca literatur. Petunjuk diberikan oleh penulis tentang apa yang terjadi, dan kita harus mencari tahu berdasarkan bukti itu. Penulis menyiratkan dan para pembaca menyimpulkan.
  3. Menurut Philosophy Terms, Inferensi adalah proses menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang ada. Berdasarkan beberapa bukti atau “premis”, kita memebuat sebuah kesimpulan.
  4. Menurut Your Dictionary, Istilah “inferensi” mengacu pada proses observasi atau pengamatan dan pengetahuan untuk menentukan kesimpulan yang masuk akal.
Jenis Inferensi

Dilihat berdasarkan jumlah premisnya, inferensi pada dasarnya diklasifikasikan menjadi dua:
  1. Inferensi langsung (immediate inference), yaitu proses membuat kesimpulan dari sebuah premis.
  2. Inferensi mediasi (mediate inference), proses membuat kesimpulan/konklusi dari dua atau lebih premis yang saling terkait secara logis.
Contoh Logika Inferensi
  • Ismah pulang ke rumah pukul 14 sore, terlihat pintu rumah masih terkunci karena ayahnya pulang kerja pukul 15.
Ismah juga melihat tidak ada alas kaki di teras rumahnya sehingga menyimpulkan bahwa  ayahnya belum pulang.
  • Luluk melihat asap mengepul dari ruang dapur dan mencium bau gosong. 
Luluk menyimpulkan bahwa ada yang terbakar di ruang dapur.

  • Budi melihat banyak semut mengerumuni remahan roti di bawah meja.

Budi menyimpulkan bahwa anaknya lupa membersihkan sisa makanan

  • Bambang bekerja sebagai guru dan setiap pulang kerja merenovasi rumahnya tanpa bantuan tukang bangunan

Dapat disimpulkan bahwa selain sebagai guru, Bambang memiliki keahlian sebagai tukang bangunan

  • Ketika group whatsapp berbunyi dan ada notifikasi dari teman kerjanya, Susi tersenyum.

Dapat disimpulkan bahwa Susi senang membaca kabar dari temannya.

  • Bilqis memakan buah mangga yang baru dibeli ibunya, ia terlihat mengerutkan wajahnya.

Dapat disimpulkan bahwa Bilqis memakan buah yang belum masak.

 




 


METODA PERAMALAN DALAM PERENCANAAN PRODUKSI MASSAL

Perencanaan produksi dilakukan dengan tujuan menentukan arah dari itndakan-tindakan yang harus dilakukan dimasa mendatang, apa yang harus dilakukan, berapa banyak melakukannya dan dan kapan harus melakukan.

PENGERTIAN PERAMALAN

Peramalan adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang meliputi kualitas, kuantitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan.

KLASIFIKASI PERAMALAN

  1. Peramalan jangka panjang (2-10 th) Peramalan ini digunakan untuk perencanaan produk dan sumber daya
  2. Peramalan jangka menengah (1-24 bl) Peramalan ini lebih khusus dibandingkan peramalan jangka panjang, biasanya digunakan untuk menentukan aliran kas, perencanaan produksi dan penentuan anggaran.
  3. Peramalan jangka pendek (1-5 mg) Peramalan ini digunakan untuk mengambil keputusan dalam hal perlu tidaknya lembur, penjadwalan kerja dan keputusan kontrok jangka pendek lainnya.

TUJUAN PERAMALAN

  1. Menentukan kebutuhan dan ukuran perluasan pabrik 
  2. Menentukan perencanaan jangka menengah untuk produk yang ada dan diproduksi dengan fasilitas yang ada.
  3. Menentukan penjadwalan jangka pendek 
KARAKTERISTIK PERAMALAN YANG BAIK
  1. Akurasi 
  2. Biaya
  3. Kemudahan 

METODE PERAMALAN PERENCANAAN PRODUKSI

A. PERAMALAN SUBJEKTIF
  1. Metode Delphy, merupakan suatu proses memperoleh kesepakatan (consensus) dari sekumpulan tenaga ahli (expert) tanpa mereka mengetahui satu sama lain. Dalam metode ini, serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, kemudian jawabannya diringkas, yang selanjutnya disampaikan ke panel ahli untuk mendapat tanggapan (memberikan prakiraan). Pembahasan dapat dilakukan dalam beberapa putaran sampai tercapai suatu kesepakatan (consensus) diantara para ahli
  2. Metode Penelitian Pasar, merupakan salah satu jenis metode atau cara untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh permintaan pasar oleh konsumen dan calon konsumen. Metode ini mengumpulkan, menganalisis, dan interpretasi data yang sistematis tentang pasar untuk lebih memahami kelompok sasaran dan untuk membuat keputusan yang lebih tepat tentang perusahaan dan pelanggannya

B. PERAMALAN OBJEKTIF
  1. Metode Intrinsik, Metode ini hanya berdasarkan proyeksi permintaan histories tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan ntuk peramalan jangka pendek, Metode ini diwakili oleh Analisis deret waktu (Time Series)

  2. Metode Ekstrinsik, Metode ini mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan dimasa datang. –Peramalan jangka panjang, karena dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat (disebut metode kausal), Metode ini diwakili oleh Metode Regresi

ANALISIS DERET WAKTU
Analisa deret waktu merupakan satu metode yang sangat tepat untuk meramalkan pola permintaan pasar. Analisa ini dipengaruhi oleh 4 komponen yaitu: 
  1. Kecenderungan / Trend (T). Trend merupakan sifat dari permintaan di masa lalu terhadap waktu terjadinya. Trend menunjukkan apakah permintaan cenderung mengalami kenaikan, penurunan atau konstan.
  2. Siklus / Cycle (C). Permintaan suatu produk dapat memiliki siklus yang berulang secara periodek, biasanya lebih dari satu tahun. Pola permintaan yang demikian ini tidak perlu dimasukkan dalam peramalan jangka pendek.
  3. Pola Musiman / Season (S). Fluktusai permintaan produk dapat naik turun di sekitar garis trend dan biasanya berulang setiap tahun. Pola ini biasanya disebabkan oleh faktor cuaca, musim libur panjang dan hari raya keagamaan.
  4. Variasi Acak / Random (R). Permintaan suatu produk dapat mengikuti pola bervaari secara acakyang disebabkan adanya faktor-faktor tertentu, seperti adanya bencana alam, bangkrutnya perusahaan pesaing, promosi khusus dan beberapa kejadian lainnya yang tidak mempunyai kecenderungan pola tertentu.


Rabu, 04 Agustus 2021

PELUANG DAN RESIKO USAHA

PETA KONSEP


Kata kunci: peluang usaha, resiko,  keberhasilan usaha, kegagalan usaha, sumber peluang, memanfaatkan peluang

A. PELUANG USAHA

Harus diakui bahwa sebenarnya peluang usaha di sekitar kita sangat banyak.   Namun   tidak semua peluang usaha atau bisnis tepat dilakukan pada sembarang waktu dan   tempat. Bagi calon wirausaha yg akan membuka usaha baru, perlu terlebih dahulu melakukan observasi, survei lapangan,   dan banyak bertanya mengenai seluk beluk bisnis yang akan digelutinya.

Peluang usaha terdiri dari dua kata, Peluang dan usaha. Peluang berarti kesempatan, dan usaha berarti upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan berbagai daya atau sumber daya yang dimiliki. Secara sederhana peluang usaha   merupakan   suatu   kesempatan   yang   dimiliki   oleh   seseorang   untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan sumber daya yang miliki.

Tujuan yang hendak dicapai bisa dalam keuntungan, uang, kekayaan, kepuasan batin, popularitas, status sosial dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan tersebut  seseorang  dapat  memanfaatkan  sumber  daya  yang  dimiliki.  Sumber daya itu dapat berupa uang/modal, pengetahuan, skill, relasi yang luas, pengalaman  dan  lain-lain.  Artinya  sumber  daya  ini  mencakup  segala  sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha.  Seorang wirausaha harus berfikir tentang seperti apa peluang usaha yang baik itu.

Berikut adalah ciri-ciri peluang usaha yang baik.

1.            Bersifat orisinil

2.            Harus dapat mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar.

3.            Sesuai dengan minat

4.            Tingkat kelayakan usaha teruji

5.            Bersifat ide kreatif dan inovatif

6.            Ada keyakinan untuk mewujudkan

7.            Ada rasa senang saat menjalankan

Dalam kenyataannya peluang yang baik saja tidak cukup, tapi juga harus potensial. Banyaknya peluang usaha di sekitar kita, mengharuskan seorang wirausaha untuk cermat dalam mengkaji mana peluang usaha yang potensial.

Ciri-ciri peluang usaha yang Potensial adalah sebagai berikut.

1.            Memiliki nilai jual

2.            Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, dan bersifat nyata

3.            Usaha tersebut mampu bertahan lama di pasar

4.            Tidak menghabiskan modal, karena terlalu besar investasinya

5.            Bisa ditingkatkan skalanya menjadi industri

Peluang usaha yang bernilai jual memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1.            Mampu memenuhi kebutuhan konsumen

2.            Memiliki keunggulan bersaing

3.            Tidak bersifat sementara

4.            Ada nilai uang

5.            Memenuhi aspek kreatif dan inovatif

Unsur-unsur Peluang Usaha

1.            Pengamatan Pasa

2.            Membuat Inovasi Baru

3.            Sesuai Keahlian

4.            Memanfaatkan Jaringan Bisnis

5.            Pemanfaatan Produk dari Perusahaan Lain

 

B. SUMBER PELUANG USAHA

Peluang usaha bersumber atau diawali dengan adanya ide atau Inspirasi yang bersumber dari faktor internal dan eksternal

1)   Faktor internal

  • Hobi
  • Keahlian
  • Latar belakang pendidikan dan pengetahuan 
  • Pengalaman dari individu itu sendiri
  • Intuisi/pemikiran yg muncul dari diri sendiri
2)   Faktor eksternal
  • Lingkungan keluarga dan sekitarnya
  • Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan
  • Kesulitan yang dihadapi sehari-hari
  • Kebutuhan yang belum terpenuhi
  • Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yg baru

Cara Memanfaatkan Peluang menurut Dr. DJ. Schwartz

1)            Percaya & yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan

2)            Jangan bergaul pada lingkungan statis yang akan melumpuhkan pikiran

3)            Senantiasa bertanya pd diri sendiri,   “bagamana saya dapat melakukan usaha yg lebih baik”

4)            Banyak bertanya & mendengarkan

5)            Perluas pikiran


C. RESIKO USAHA

Apa yang dimaksud dengan resiko usaha ? Bagaimana cara menguragi resiko usaha ?

Risiko Usaha, berasal dari Bahasa Inggris Risk yang artinya adalah risiko, atau kemungkinan rugi. Atau secara umum, Risiko usaha adalah suatu bahaya, atau akibat yang kemungkinan dapat terjadi pada keadaan sebuah usaha yang sedang berlangsung maupun situasi usaha yang akan datang. Sifat risiko sendiri adalah tidak pasti, namun biasanya menimbulkan kerugian. Risko usaha biasanya muncul sebagai akibat dari suatu keputusan-keputusan yang diambil oleh manajemen. Oleh karena itu, risiko usaha adalah suatu hal yang dapat merugikan suatu usaha, bisa berupa hambatan, ancaman, atau hal lainnya yang biasanya bertendensi negatif.

Harus disadari adalah setiap peluang, selalu diiringi oleh risiko. Dan risiko usaha tidak dapat dihilangkan, namun bisa diminimalisir.

Menurut Abbas Salim, ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi ketidakpastian penyebab risiko usaha, yaitu :

(1) Ketidakpastian ekonomi (economic uncertainly caused)

(2) Ketidakpastian yang disebabkan oleh factor alam (nature uncertainly (caused)

(3) Ketidakpastian akibat perilaku manusia (human uncertainly caused)

Pengelompokan Risiko Usaha

Risiko usaha merupakan hambatan atau kendala yang dapat menyebabkan kerugian bagi usaha kita.

Berikut ini adalah klasifikasi risiko usaha, yaitu :

Berdasarkan sifatnya :

  1. Risiko Murni
  2. Risiko speculative
  3. Risiko fundamental
  4. Risiko khusus
  5. Risiko dinamis

Berdasarkan dapat tidaknya risiko dialihkan kepada pihak lain (diasuransikan) :

  1. Risiko yang dapat dialihkan
  2. Risiko yang tidak dapat dialihkan

Berdasarkan penyebabnya :

  1. Risiko intern yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti kerusakan aktiva karena kecerobohan karyawan, kecelakaan kerja karena kelalaian karyawan.
  2. Risiko ekstern yaitu risiko yang berasal dari luar perusahaan, seperti pencurian, persaingan dalam bisnis, fluktuasi harga, dan sebagainya.

Berdasarkan dapat atau tidaknya dihilangkan/dikurangi :

  1. Risiko Sistematis yaitu risiko yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi melalui diversifikasi, karena biasanya selalu berhubungan dengan pasar atau kejadian-kejadian yang dapat secara sistematis mempengaruhi posisi pasar.
  2. Risiko Non sistematis yaitu risiko yang dapat dihilangkan atau dikurangi melalui diversifikasi (pembagian usaha).

Langkah mengidentifikasi resiko usaha, sebagai berikut :

  1. Identifikasi (buat daftar) setiap resiko yang mungkin terjadi
  2. Lakukan analisis dan rangking atau urutkan sesuai dengan besarnya dampak kerugian yang akan ditimbulkannya.
  3. Tentukan upaya-upaya untuk mengatasinya sesuai dengan urutan yang ada.
  4. Lakukan upaya tersebut sesuai pilihan skenario yang telah dibuat
  5. Lakukan evaluasi

Dengan melakukan langkah-langkah identifikasi resiko usaha, sedikitnya seorang wirausaha sudah melakukan hal yang tepat agar terhindar dari kerugian besar.



KARAKTER WIRAUSAHA

 

KARAKTER WIRAUSAHA


Karakter wirausaha menurut Bygrave ada sepuluh, dikenal dengan 10 D, yaitu sebagai berikut

  1. Dream : memiliki keinginan untuk mewujudkan impian di masa depan
  2. Decisiviness : mampu membuat keputusan secara cepat dan tepat
  3. Doers : melakukan tindak lanjut terhadap keputusan yangdiambil
  4. Determination : melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian, tanggung jawab dan pantang menyerah
  5. Dedication : memiliki dedikasi yang tinggi dan rela berkorban
  6. Devotion : tidak mengenal lelah, fokus dalam memperhatikan bisnisny
  7.  Details : mampu menganalisa secara rinci sampai ke hal-hal kecil
  8. Destiny : mampu merumuskan tujuan yang hendak dicapai
  9. Dollars : uang bukan semata-mata tujuan yanghendak dicapai
  10. Distribute : mampu mendistribusikan atau membagi tugas, wewenang dan kepemilikan kepada orang lain

Bygrave 10 Dimention


KEBERHASILAN USAHA MENURUT ZIMMERER, KARAKTERISTIK WIRAUSAHA YANG BERHASIL KARENA BEKERJA SECARA PRESTATIF ADALAH : 

  1. Memiliki kemampuan memimpin 
  2. Komitmen tinggi terhadap pekerjaannya 
  3. Bertanggung jawab 
  4. Motivasi untuk lebih unggul 
  5. Kreatif dan fleksibel 
  6. Mempertahankan minat kewirausahaan dalam dirinya 
  7. Yakin pada diri sendiri 
  8. Berorientasi pada masa depan 
  9. Mau belajar dari kegagalan 
  10. Peluang untuk mencapai obsesi 
  11. Toleransi untuk mencapai risiko ketidakpastian

KEGAGALAN USAHA MENURUT ZIMMERER, FAKTOR YANG MENYEBABKAN WIRAUSAHA GAGAL DALAM MENJALANKAN USAHANYA ADALAH : 

  1. Tidak kompeten dalam manajerial 
  2. Kurang berpengalaman
  3. Kurang dapat mengendalikan keuangan 
  4. Gagal dalam perencanaan
  5. Lokasi yang kurang memadai 
  6. Kurang pengawasan
  7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha

Manfaat Wirausaha

1) Bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan membantu orang lain. Dengan mendirikan sebuah usaha seorang wirausahawan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan kesempatan kerja pada usaha yang diciptakannya.

 2) Memiliki kebebasan mencapai tujuan usahanya Dalam konteks wirausaha, kebebasan adalah bagaimana mengelola waktu, sumber daya manusia, alat dan bahan serta tujuan yang ingin dicapai. 

3) Tidak terikat waktu Menjadi seorang wirausaha tidak akan pernah terikat waktu, apa yang akan kita lakukan dan kerjakan semua tergantung dari kita sendiri. 

4) Memiliki kesempatan menunjukan kemampuan dan potensi diri. Dengan memiliki sebuah usaha, wirausahawan dapat menyampaikan pikiran dan perilaku mereka sendiri. 

5) Memperoleh manfaat dan laba yang maksimal Menjadi wirausahawan memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri keuntungan atas investasi dalam usahanya.


SIKAP DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan dianggap merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang kemampuan peserta didik beradaptasi dengan perubahan dunia di era Revolusi Industri 4.0

Pengertian Kewirausahaan

Peter F. Drucker

Kewirausahaan merujuk pada sifat, watak dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan

Mary Coulter

Kewirausahaan seering dikaitkan dengan proses, pembentukan atau pertumbuhan suatu bisnis baru yang beroientasi pada pemerplehan keuntungan, penciptaan nilai dan pembentukan produk atau jasa baru yang unik dan inovatif.

Ropke

Kewirausahaan merupakan proses penciptaan yang baru (krasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang telah ada (inovasi) dengan tujuan kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat

Pengertian Wirausaha

Etimologi kata wirausaha adalah berasal dari kata “wira” dan “usaha. "Wira” berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. "Usaha” berarti perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan.

Syamsudin Suryana

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorentasi pada masa depan.

Prawirokusumo

Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya[1]upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup.

Jean Bptista Sya

Wirausaha adalah agen yang menyatukan berbagao alat-alat produksi dan menentukan nilai dari produksinya

Jenis-jenis Kewirausahaan Kewirausahaan (menurut Steve Blank)

Bisnis Kecil Bisnis yang skalanya kecil dan dilakukan oleh perorangan atau badan usaha,


Usaha Rintisan Usaha yang diharapkan akan mengubah wajah dunia., dengan menarik investor agar mengucurkan dana dalam jumlah yang fantastis

Usaha Besar Usaha Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan sangat besar

Kewirausahaan Sosial Inovator yang menciptakan produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan sosial atau usaha non profit

Proses Kewirausahaan

TAHAP MEMULAI Tahap saat seseorang yg berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan

MELAKSANAKAN USAHA Wirausahawan mengelola berbagai aspek yg terkait dengan usahanya, seperti aspek pe,biayaan, SDM, kepemilikan dan organisasi.

MEMPERTAHANKAN USAHA Wirausahawan melakukan analisis perkembangan usaha berdasarkan hasil yg sudah dicapai untuk kemudian ditindaklanjut

MENGEMBANGKAN USAHA Tahap saat hasil yg diperoleh tergolong positif sehingga memungkinkan melakukan perluasan usaha


 KESIMPULAN

Wirausaha atau entrepreneur biasanya disebut sebagai sosok yang hebat dan tangguh. Keterampilan bisnis yang mereka miliki termasuk ambisius, cerdas dan kreatif. Wirausahawan adalah sosok yang mampu melihat masalah dunia dan fokus untuk

APLIKASI PRESENTASI

Microsoft power p o int merupak a n sal a h satu p erang k at l unak M ic r osoft O f fice yang digunakan untuk melakukan prese...